Renungan Pagi Ini

“Yesus memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan.” (Ibrani 12:2)

Sering kali dalam iman kita kepada Tuhan, kita percaya bahwa Tuhan sanggup menjawab doa kita dengan caraNya yang ajaib. Kita berharap dan berserah kepada Tuhan mengharap perkenanan Tuhan dan pertolonganNya, namun ternyata Tuhan seakan diam saja. Ketika hal itu yang terjadi dalam hidup pengharapan kita, bagaimana respon kita kepada janji dan kasih setia Tuhan, kepada kesanggupan dan kemauan Tuhan menolong kita? Apakah kita mengisi hati dan pikiran kita dengan kekecewaan dan kemarahan karena merasa Tuhan tidak peduli?

Ada yang mempertanyakan kasih dan keadilanNya, ada pula yang mengutukiNya, lalu pergi menjauh dari padaNya karena pikirannya berkata; ‘ternyata Tuhan tidak dapat dipercaya’. Pertanyakan pada diri kita, bagaimana dengan kita, ketika doa kita hanya menghasilkan pengharapan yang pupus? Apakah kita masih kagum akan Dia, tetap percaya akan kebaikanNya, dan apakah kita akan tetap setia mengiringiNya, lalu tetap bersandar kepadaNya? Sesungguhnya ini menjadi satu pelajaran tentang iman yang seharusnya kita kenali dan hidupi di dalam Dia!

Sampai dimana sebenarnya kadar iman itu? Apakah hanya karena kita percaya bahwa Tuhan mampu melakukan apa yang kita kehendaki dan doakan, dan itu disebut iman? Apakah tidak lebih tepat jika kita yang memiliki iman, dalam kondisi terburuk sekalipun, kita dapat tetap berkata; ‘kehendakMu yang jadi, bukan kehendakku?’

Karena ketika kita berseru bahwa kita mempercayai Dia didalam segala kemustahilan, Ia tidak selalu memperlihatkan mujizatNya. Ia tidak punya beban untuk tidak memperlihatkan kesanggupanNya, karena kataNya: “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan , yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Yeremia 29:11)

Mungkin lebih tepat jika sikap hati kita seperti tiga anak muda, Sadrakh, Mesakh dan Abednego, yang dimasukkan ke dalam dapur api, dan dengan berani menyatakan: “seandainya Tuhan yang kami sembah tidak menolong, kami tetap akan menyembah Dia saja!” _Karena iman bukan hanya percaya bahwa kasihNya akan terus dinyatakanNya di sepanjang hidup ini, melainkan bagaimana kita semakin menunjukkan bahwa kita mengasihiNya di masa yang paling berat dan tetap menyatakan bahwa Tuhan baik, semua rancanganNya semata adalah kebaikan, sekalipun apa yang terjadi tidak seperti yang kita harapkan.

Kiranya Roh Penghibur memberikan kekuatan ganda dalam menghadapi semua permasalahan kehidupan yang kita hadapi. “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” (Roma 8:28)

Salam Sejahtera Sahabat..
Tuhan Yesus memberkati🙏🔥

@kristeninjil50

Tinggalkan komentar