Renungan Inspirasi

AYAT HAFALAN
Amsal 9:9
Berilah orang bijak nasihat, maka ia akan menjadi lebih bijak, ajarilah orang benar, maka pengetahuannya akan bertambah.

RENUNGAN INSPIRASI
Saat perang saudara, Abraham Lincoln mendapat laporan bahwa salah satu anggota kabinet presiden sekaligus sekretaris perang bernama Edwin Stanton menyebut Lincoln sebagai orang bodoh. Lincoln menjawab, “Baiklah, saya harus memeriksanya, karena ia biasanya benar dalam penilaiannya.” Ini adalah respon yang langka. Pasalnya manusia cenderung bersikap reaktif-ofensif terhadap sebuah kritikan. Mereka lebih senang dipuji daripada menerima kritik. Coba bayangkan sejenak jika hal yang sama menimpa Anda, bagaimana respon Anda?

Terlepas dari apakah kritik itu bersifat objektif maupun subjektif, membangun atau menjatuhkan sekalipun, kita yang berada di sisi penerima kritik perlu menyikapinya secara positif. Tokoh Alkitab yang memiliki sikap terpuji atas sebuah kritik adalah Raja Daud. Ketika Raja Daud sampai di Bahurim, ia harus menghadapi seorang kritikus bernama Simei. Ia terus mengutuki dan menyalahkan Raja Daud atas tragedi yang menimpa keluarga Saul. Kita dapat melihat respon yang baik dari Raja Daud. Di dalam ayat 10 bacaan Alkitab hari ini, ia memandang kritik dan dirinya sendiri secara jujur. Kritikan bisa saja mengandung kebenaran, alangkah baiknya bila kita mengambil bagian yang positif untuk mengoreksi diri. Jangan merasa kecil hati saat kritik ditujukan pada kita, walaupun terkadang ada kritik-kritik yang disampaikan dengan keras dan pedas. Kita belajar dari Raja Daud yang justru mengingat kembali janji dan kasih Allah dalam ayat 12. Apabila kritik itu tidak datang dengan kebenaran, Tuhan sendiri yang akan bertindak dengan adil. Dalam mazmur Raja Daud, kita dapat melihat hati dan pikiran yang terbuka. Jabatan raja tidak menggelapkan matanya. Ia siap diuji dan dikoresi. Raja Daud berkata, “Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku.” Sikap siap menerima kritik dari pihak lain membutuhkan kerendahan hati dan pikiran yang terbuka. Mulai saat ini, dengarkan kritikan dengan kepala dingin, dan nilailah secara jujur. Jika ada kebenaran di dalamnya, jangan malu untuk mengakuinya dan segera introspeksi. [LS]

REFLEKSI DIRI
1. Mengapa kita harus menjadi orang yang terbuka dengan kritikan? Apa saja hal-hal positif yang terkadung dalam sebuah kritik?
2. Pernahkah Anda merasa kesal di kritik? Apa sebabnya? Bagaimana seharusnya sikap Anda terhadap sebuah kritik?

POKOK DOA
Tuhan, aku bersyukur untuk setiap kritik yang aku terima. Aku tidak mau fokus terhadap motif kritik, tetapi aku mau memilih merespon kritik dengan benar. Jika benar, aku mau dengan rendah hati memperbaiki. Amin.

YANG HARUS DILAKUKAN
Baik buruknya sebuah kritik tidak boleh mempengaruhi respon kita terhadap kritik tersebut. Miliki respon positif dengan cara dengarkan dan cermati sebuah kritik dengan kepala dingin.

HIKMAT HARI INI
Praise makes you feel good, correction makes you better.
Pujian membuat Anda merasa baik, koreksi membuat Anda lebih baik.


Tuhan Memberkati

  • Anak Muda Kristen dan kesetiaan
    Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau!  Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu.”  Amsal 3:3. Kesetiaan selalu didasari dengan kasih, contoh:  seseorang setia pada tuannya karena mencintai pekerjaan yang dilakukannya;  seorang isteri setia pada suaminya karena dasar kasih yang mengikat hatinya, begitu pula sebaliknya.  Kesetiaan tidak datang dengan sendirinya namun perlu dilatih […]
  • Kesetiaan Tuhan dan Janji-Janji-Nya
    Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. (1 Korintus 10:13) Ketika kita merenungkan mengenai janji-janji Allah, akan sangat baik jika kita juga […]
  • RENUNGAN INSPIRASI
    Saat perang saudara, Abraham Lincoln mendapat laporan bahwa salah satu anggota kabinet presiden sekaligus sekretaris perang bernama Edwin Stanton menyebut Lincoln sebagai orang bodoh. Lincoln menjawab, “Baiklah, saya harus memeriksanya, karena ia biasanya benar dalam penilaiannya.” Ini adalah respon yang langka. Pasalnya manusia cenderung bersikap reaktif-ofensif terhadap sebuah kritikan. Mereka lebih senang dipuji daripada menerima […]
  • Renungan Pagi Ini
    “Yesus memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan.” (Ibrani 12:2) Sering kali dalam iman kita kepada Tuhan, kita percaya bahwa Tuhan sanggup menjawab doa kita dengan caraNya yang ajaib. Kita berharap dan berserah kepada Tuhan mengharap perkenanan Tuhan dan pertolonganNya, namun ternyata Tuhan seakan diam saja. Ketika hal itu yang […]